Sabtu, 16 November 2019

Kerajaan Lebah: Sebuah Fabel

Alkisah di sebuah taman di kompleks area salah satu kerajaan milik manusia, ada sarang lebah yang menggantung di pohon terbesar di taman itu.

Kerajaan lebah itu dihuni dipimpin oleh Ratu Lebah bernama Honira yang tangguh dan bijaksana.

Sarang lebah itu mendatangkan banyak manfaat karena madu yang mereka hasilkan berkualitas tinggi.

Penghuni istana manusia dan rakyat lebah awalnya hidup rukun.
Namun suatu ketika,
Sang Raja bermimpi buruk rakyatnya terkena wabah mematikan dari madu para lebah. Ya ampun!

Lantas, tanpa pikir panjang Si Raja menghancurlebur sarang lebah dengan bantuan prajurit terbaiknya, bak diktator penindas saja.
Beruntung Ratu Honira dan beberapa rakyatnya yang tersisa selamat.

Mereka pun pindah jauh dari Istana Raja. Mendirikan sarang baru yang lebih besar di sebuah desa terpencil yang masih asri nan hijau.
Warga lebah akhirnya kembali hidup makmur setelah bangkit dari keterpurukan yang menindas.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, lagi-lagi ketentraman mengusik kehidupan koloni mereka oleh manusia-manusia egois!
Sarang baru mereka rusak parah karena dihujam beberapa kerikil oleh sekumpulan bocah manusia yang iseng.
Karena tak mau terusir lagi, kerajaan lebah mau tak mau harus melawan.
Bahkan, Ratu Honira yang penyabar jadi naik darah.
Memproklamirkan penyerangan terhadap warga kampung manusia.
Kerajaan Lebah mengamuk.
Banyak warga tersengat hingga bengkak sekujur tubuh.
Anak-anak yang sedang bermain ikut jadi korban.

                                ***

"Lebah jahat lahir dari lebah baik yang tersakiti! Ini semua gara-gara ada anak yang jahil merusak sarang mereka. Jadi, kita harus minta maaf ke mereka!" kata Kepala Desa saat memimpin perundingan.

"Tapi gimana, Pak? Kita 'kan manusia. Jelas gak tahu bahasa mereka!"  sahut salah seorang warga dengan bersungut-sungut.
"Bukan begitu maksud Saya. Maksud saya yaitu kita harus membuat sarang baru dari kotak kayu untuk budidaya lebah madu, sebagai bentuk minta maaf ke mereka."
"Wah, ide bagus! Kita setuju dengan Anda, Pak Kepala Desa!"

                                 ***

  Warga pun bergotong royong membuat sarang kotak kayu untuk budidaya lebah madu. Ratu Honira yang melihatnya langsung cerah wajahnya. Ia pun menemui Kepala Desa dengan duduk diatas bunga dalam vas milik beliau.

"Oh hai, Anda pasti Ratu Lebah," ucap Kepala Desa sembari menyeruput kopi. 

"Yang Mulia Ratu, tolong maafkan kami membuat sarangmu rusak. Tolong jangan lancarkan serangan lagi. Sebagai permintaan maaf, kami buatkan sarang lebah dari kotak kayu untuk Baginda Ratu dan rakyat Anda. Kami akan membudidaya Anda dengan baik. Kami janji!"

"Terima kasih, Kepala Desa. Maafkan kami juga telah menyerang wargamu," jawab Ratu Honira dengan bahasa tak dimengerti.
Semenjak itu, manusia dan lebah akhirnya kembali hidup rukun. 

Kamis, 31 Oktober 2019

Bumi dan Langit

Ini sebetulnya adalah karya tulis pendek saya untuk tugas sekolah tadi siang. Namun karena berkaitan dengan konten blog ini. Jadi saya masukkan saja. Kuberi judul "Bumi dan Langit" Seperti inilah isinya:



BUMI & LANGIT



     Mentari yang capek seharian melayang di langit, kini sedang turun ke cakrawala. Angkasa terlukis jingga keemasan. Burung meluncur terbang bagai rudal pulang ke sarang. Manusia berwajah hangat sepulang kerja menutup rapat pintu rumah. Seperti biasa, Bumi bersiap terlelap menjelang malam. Mentari diganti rembulan dan taburan keceriaan bintang. Makhluk Bumi merebah dalam ranjang.

     Berbanding terbalik kondisinya dengan di Langit. Setiap waktu negeri elok itu diwarnai kesibukan luar biasa. Makhluk penghuninya memiliki daya tahan batu. Kata "lelah" nihil dalam kamus mereka. Wajahnya lembut dan hatinya semurni susu. Sayap mereka berkilau laksana intan permata. Mereka super sibuk mengurusi warga Bumi dan melayani-Nya.



Begitulah suasana kedua alam yang tolak belakang itu, namun saling berhubungan.

Tuhan Yang mengatur semua ini. Kita hanya menjalaninya saja.

Rabu, 30 Oktober 2019

Perkenalan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wr.wb


  Pada hari ini, di blog baru saya yang berjudul "Catatan Warga Bumi", saya akan memnperkenalakan diri.

Nama saya Dhea Putri Anjelita. 

Di blog ini, saya akan menyajikan konten kesusastraan. Baik itu berupa artikel maupun cerita bersambung.

Insya Allah tema artikelnya akan menyajukan tentang humaniora, baik itu bersifat religius, filosofis, nasionalis, dan yang lain sebagainya.

Sesuai dengan judul blognya, ini adalah blog dari salah seorang warga Bumi (yaitu saya) yang mencatat segala ide dalam pikirannya dan menumpahkannya ke dalam sini.

Saya harap semoga blog ini bermanfaat bagi yang membacanya.


Oh ya, hehe...

Jangan lupa ya :)

Saya juga punya akun Insagram.

anjel.arthoe


Sekian dari saya,



Wassalamu'alaikum wr.wb