Alkisah di sebuah taman di kompleks area salah satu kerajaan milik manusia, ada sarang lebah yang menggantung di pohon terbesar di taman itu.
Kerajaan lebah itu dihuni dipimpin oleh Ratu Lebah bernama Honira yang tangguh dan bijaksana.
Sarang lebah itu mendatangkan banyak manfaat karena madu yang mereka hasilkan berkualitas tinggi.
Penghuni istana manusia dan rakyat lebah awalnya hidup rukun.
Namun suatu ketika,
Sang Raja bermimpi buruk rakyatnya terkena wabah mematikan dari madu para lebah. Ya ampun!
Lantas, tanpa pikir panjang Si Raja menghancurlebur sarang lebah dengan bantuan prajurit terbaiknya, bak diktator penindas saja.
Beruntung Ratu Honira dan beberapa rakyatnya yang tersisa selamat.
Mereka pun pindah jauh dari Istana Raja. Mendirikan sarang baru yang lebih besar di sebuah desa terpencil yang masih asri nan hijau.
Warga lebah akhirnya kembali hidup makmur setelah bangkit dari keterpurukan yang menindas.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, lagi-lagi ketentraman mengusik kehidupan koloni mereka oleh manusia-manusia egois!
Sarang baru mereka rusak parah karena dihujam beberapa kerikil oleh sekumpulan bocah manusia yang iseng.
Karena tak mau terusir lagi, kerajaan lebah mau tak mau harus melawan.
Bahkan, Ratu Honira yang penyabar jadi naik darah.
Memproklamirkan penyerangan terhadap warga kampung manusia.
Kerajaan Lebah mengamuk.
Banyak warga tersengat hingga bengkak sekujur tubuh.
Anak-anak yang sedang bermain ikut jadi korban.
***
"Lebah jahat lahir dari lebah baik yang tersakiti! Ini semua gara-gara ada anak yang jahil merusak sarang mereka. Jadi, kita harus minta maaf ke mereka!" kata Kepala Desa saat memimpin perundingan.
"Tapi gimana, Pak? Kita 'kan manusia. Jelas gak tahu bahasa mereka!" sahut salah seorang warga dengan bersungut-sungut.
"Bukan begitu maksud Saya. Maksud saya yaitu kita harus membuat sarang baru dari kotak kayu untuk budidaya lebah madu, sebagai bentuk minta maaf ke mereka."
"Wah, ide bagus! Kita setuju dengan Anda, Pak Kepala Desa!"
***
Warga pun bergotong royong membuat sarang kotak kayu untuk budidaya lebah madu. Ratu Honira yang melihatnya langsung cerah wajahnya. Ia pun menemui Kepala Desa dengan duduk diatas bunga dalam vas milik beliau.
"Oh hai, Anda pasti Ratu Lebah," ucap Kepala Desa sembari menyeruput kopi.
"Yang Mulia Ratu, tolong maafkan kami membuat sarangmu rusak. Tolong jangan lancarkan serangan lagi. Sebagai permintaan maaf, kami buatkan sarang lebah dari kotak kayu untuk Baginda Ratu dan rakyat Anda. Kami akan membudidaya Anda dengan baik. Kami janji!"
"Terima kasih, Kepala Desa. Maafkan kami juga telah menyerang wargamu," jawab Ratu Honira dengan bahasa tak dimengerti.
Semenjak itu, manusia dan lebah akhirnya kembali hidup rukun.